Jalan Takdir (Miskin, Tak Perlu Minder Apalagi Iri) - RAJA KATA

Jalan Takdir (Miskin, Tak Perlu Minder Apalagi Iri)

Jalan Takdir (Miskin, Tak Perlu Minder Apalagi Iri)

Raja Kata - Entah, awalnya siapa yang menulis tulisan ini, yang jelas sangat bagus untuk di baca dan ada pelajaran yang dapat kita petik dari tulisan ini.

Sekarang aku mengerti..!?

Apabila kita telah berusaha dan bekerja keras. Apabila kita telah jalani Sholat yang lima waktu. Apabila kita sudah melakukan Sholat Dhuha, Tahajud, Dzikir, Sholawat dan Do'a namun tetap miskin juga.

Tak perlu minder, apalagi sampai protes pada-NYA.

Seorang anak bertanya kepada ibu dan bapaknya:

Ibu, Bapak mengapa kita miskin?

Dengan tenang sang Ibu berkata:

Nak, hidup ini seperti jalan-jalan di supermarket.

Semua orang boleh memilih dan membawa barang apa saja yang ia inginkan.

Siapa yang membawa sepotong roti, maka ia harus membayar seharga sepotong roti itu.

Siapa yang membawa tiga potong roti, ia pun harus membayar tiga potong roti tersebut.

Sementara kita tak mungkin membawa apa-apa karena tak punya uang untuk membelinya.

Di pintu kasir pun kita 'tak akan diperiksa, dibiarkan jalan begitu saja.

Begitu pula kelak di hari kiamat nak.

Saat orang-orang kaya antri menjalani pemeriksaan untuk dimintai pertanggung jawaban.

Saat orang-orang kaya di tanya tentang, darimana hartanya mereka peroleh? Dan kemana hartanya mereka gunakan?

Kita dibiarkan terus berjalan tanpa beban. Lebih enak bukan!

Apakah engkau masih juga belum bisa menerima? Anakku, jika kita memang ditakdirkan menjadi orang miskin
BERSABARLAH SEJENAK, karena setelah KEMATIAN, kemiskinan itu akan sirna.

BERPIKIRLAH POSITIF, barangkali, jika kita kaya belum tentu bisa lebih bertakwa kepada-NYA. Mungkin juga, dengan kemiskinan ini kita akan lebih mudah meraih Syurga-NYA.

JANGAN PERNAH MINDER. Karena kaya dan miskin bukanlah ukuran mulia dan hinanya seorang manusia dihadapan-NYA.

Tetaplah berprasangka baik pada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala. Singkirkan rasa iri, cemburu dan buanglah tanda tanya, tentang kehendak-NYA 'Sang Pembagi Nikmat'.

Mungkin jatah yang buat kita masih tersimpan di SYURGA. Menunggu kita siap untuk menerimanya.

Ingatlah apa yang disampaikan Rasulullah SAW: Bahwa "sesungguhnya kekayaan itu bukan terletak pada harta benda, melainkan pada ketenangan hati dan jiwa".

Semoga yang bilang aamiin, semua menjadi orang yang pandai mensyukuri akan nikmat dan karunia yang Allah azza wajalla berikan.

Aamiin ya rabbal'alamin.
Baarokallahufiikum... (*)

Kata Kata Bijak

Status Keren dan Lucu

Caption Instagram

Quotes