Inilah 6 Perbedaan Ssd Dan Hdd Yg Perlu Diketahui!

SSD dan HDD merupakan dua tipe penyimpanan yg dipakai pada perangkat komputer ataupun laptop zaman sekarang. Keduanya banyak dijual di pasaran dengan harga yang beraneka ragam tergantung kapasitas penyimpanan (dengan ukuran GB atau TB) yang digunakan.

Seiring dengan kemajuan dan keperluan penggunaan, banyak komputer dan laptop yang lebih menyarankan penggunaan SSD. Meskipun tak sedikit juga yang masih menjaga HDD selaku kapasitas penyimpanannya. Ada juga yang memakai keduanya bersamaan.

Anda tergolong yang mana? Apakah Anda menggunakan SSD atau masih memakai HDD? Atau Anda resah diantara keduanya? Jika Anda masih resah dengan kedua tipe perangkat penyimpanan ini, tak usah khawatir. Pada potensi kali ini, Carisinyal bakalan menerangkan soal perbedaan SSD dan HDD. Tetapi sebelumnya mari pahami apalagi lalu apa itu HDD dan SSD

Apa itu HDD?

HDD

* sumber: pixabay.com

HDD atau Hard Disk Drive merupakan tipe penyimpanan paling terkenal dan sudah dipakai sejak lama. HDD ini dipakai bagi menyimpan banyak sekali konten digital seumpama foto, musik, video, aplikasi, bahkan bagi menyimpan dan mengerjakan metode operasi. 

HDD pertama kali diperkenalkan pada tahun 1956 oleh IBM. HDD tersebut mempunyai berat 500 namun mempunyai ukuran penyimpanan 5 MB. Seiring berjalannya waktu, HDD meningkat menjadi bentuk yg lebih kecil namun mempunyai ukuran kapasitas yg besar. Saat ini, ukuran HDD yg biasa merupakan HDD 3,5 inci dan 2,5 inci. 

Produsen HDD terkemuka, Western Digital, pada 1989 mulai memperkenalkan persyaratan IDE (Integrated Drive Electronics) untuk seluruh ukuran Harddisk. Kemudian pada 2004, produsen HDD lainnya, Seagate, akan memperkenalkan HDD dengan antarmuka SATA yg lebih banyak dipahami di sekarang ini dan jadi persyaratan antarmuka HDD  mengambil alih antarmuka IDE.

HDD sendiri yaitu tipe penyimpanan berjenis non-volatile. Di dalam HDD, terdapat cakram padat atau piringan padat metal dengan lapisan magnet yg berfungsi selaku penyimpanan data. Cakram padat ini melakukan pekerjaan dengan berputar sehingga di ketika HDD bekerja, bakal terdengar bunyi putaran yang sesungguhnya cukup berisik. 

HDD yg beredar di pasaran di sekarang ini terbagi beberapa, merupakan HDD internal dan HDD eksternal. HDD internal yaitu macam HDD yang difungsikan di dalam perangkat seumpama sudah tertanam di laptop atau sudah jadi kepingan dari unit CPU. Sementara HDD eksternal yaitu HDD yang difungsikan selaku penyimpanan data saja. Fungsinya seumpama mirip flash disk. 

Apa itu SSD?

SSD 25

SSD yaitu kependekan dari Solid State Drive. SSD yaitu teknologi penyimpanan modern yg dianggap lebih baik bila dibandingkan HDD. Lebih baik alasannya yaitu SSD mengobrol kecepatan baca dan tulis yg lebih cepat. Kemampuan tersebut mampu ditemukan alasannya merupakan SSD memakai chip flash untuk penyimpanan dan bukan cakram magnetik. Cara kerjanya seumpama dengan flash disk.

Karena tidak memakai cakram magnetik selaku penyimpanan data, SSD tak menciptakan bunyi yang berisik seumpama halnya HDD. Selain itu, SSD juga condong tahan banting alasannya merupakan umumnya SSD yang terjatuh tak mulai terlalu menghancurkan metode penyimpanan di dalamnya. Sementara HDD rentan rusak dan mengalami corrupt data bila HDD tersebut jatuh. 

Terdapat berbagai jenis SSD yg ada di pasaran. Ada tipe SD yg berupa seumpama HDD 2,5 inci yang mempunyai antarmuka SATA, ada juga tipe SSD dengan  form factor M.2 SATA yg dipasangkan pada slot M.2.

Ada juga tipe SSD NVMe. Tipe SSD ini mempunyai bentuk atau form factor yang seumpama dengan SSD M.2 Hanya SSD NVMe mempergunakan antarmuka PCIe. Karena itu, dipasaran tidak jarang ditemui slot bagi M.2 yang dipergunakan buat SSD. Slot ini ada beberapa macam merupakan slot M.2 SATA yg mendukung SSD M.2 namun tak mendukung SSD NVMe. Yang kedua merupakan slot M.2 NVMe yang mendukung SSD M.2 dan juga SSD NVMe. 

SSD memang mempunyai banyak sekali kombinasi yg seringkali memunculkan kebingungan untuk banyak orang, barangkali tergolong Anda. Tapi yang pasti, SSD mempunyai kesanggupan hal dalam kecepatan yang lebih baik bila dibandingkan HDD. Namun, SSD juga mempunyai beberapa kekurangan. Untuk lebih jelasnya, silakan baca postingan yang membahas kelebihan dan kelemahan SSD yang mampu jadi tumpuan menarik.

Disparitas SSD dan HDD

Baca juga:
Inilah Kelebihan dan Kekurangan SSD yg Harus Anda Ketahui

Review T-Force DELTA MAX RGB, SSD Berpenampilan Glowing

Review SSD Portabel TeamGroup PD1000 (512 GB)

Setelah mengenali ihwal HDD dan SSD, berikutnya mari diskusikan perbedaan ihwal HDD dan SSD. Seperti apa kedua tipe penyimpanan ini. Mari simak banyak sekali perbedaan HDD dan SSD berikut ini.

1. Form Factor 

SSD

* sumber: searchstorage.techtarget.com

Sudah disebutkan sebelumnya, bila SSD mempunyai banyak sekali macam form factor dan antarmuka. Ada yg berupa seumpama HDD 2,5 inci dan ada juga yang berupa seumpama kepingan RAM (M.2 dan M.2 NVMe). Ada yg mempunyai antarmuka SATA dan ada juga yg mempunyai antarmuka PCIe.

Ad interim HDD hanya berupa kotak 2,5 inci atau 3,5 inci dengan antarmuka SATA. Jenisnya ada beberapa, merupakan tipe eksternal dan tipe internal. Kedua tipe ini condong hanya berlawanan fungsi penggunaannya saja.

2. Komponen Di Dalamnya

SSD vs HDD

* sumber: vk.com

HDD hadir dengan piringan padat yang berputar di ketika HDD bekerja. Sementara SSD menggunakan teknologi penyimpanan flash yang pastinya tak memerlukan perangkat bergerak di dalamnya. Karena tak mempunyai perangkat yg bergerak di dalam, SSD condong mempunyai ketahanan yang lebih baik dibandingkan HDD yang rentan rusak bila terjatuh.

3. Kinerja

Benchmark SSD Asus ZenBook S UX391UA

SSD merupakan teknologi penyimpanan terbaru. Karena teknologi terbaru, terang SSD mengobrol kecepatan yg lebih baik bila dibandingkan HDD. SSD bisa mempunyai kecepatan 10 kali lipatnya bahkan lebih.

Sebagai contoh, bila memakai aplikasi CrystalDiskMark, HDD yang biasa umumnya cuma mempunyai kecepatan kurang lebih 150 MB/s buat baca dan goresan pena data. Sementara SSD 2,5 inci SATA saja mempunyai kecepatan baca dan tulis sekitar 500 MB/s. Paling cepat merupakan SSD NVMe PCIe X4 yg dapat meraih angka baca dan tulis di 5.000 MB/s atau bahkan lebih.

Selain itu, SSD mengobrol penampilan yang tak berisik. Berbeda dengan HDD yg mempunyai perangkat berputar sehingga menciptakan kinerjanya lebih berisik bila dibandingkan SSD.

4. Fragmentasi

Ultradefrag

* sumber: commons.wikimedia.org

Di dalam cakram padat HDD, terdapat blok-blok yg berfungsi selaku kawasan menyimpan data. Blok-blok ini bakal mengalami fase menulis dan meniadakan data, tergantung bagaimana penggunaan. Jika penggunaan data cukup signifikan umumnya akan memunculkan blok-blok yg tercerai-berai.

Mengapa mampu tercerai-berai? Karena umumnya di ketika menyimpan data, data tersebut akan mengisi blok-blok yang kosong apalagi dahulu. Misalnya suatu blok data di HDD berisikan “XXXXXXX”.

Kemudian data A tersimpan pada data tersebut sehingga blok data meningkat menjadi AAAAXXXX. “X” dalam hal ini merupakan blok data yang kosong. Ketika ada data gres katakanlah data B. Maka, akan tersimpan “AAAABBBB”.

Kemudian data A dihapus, hasilnya yaitu “XXXXBBBB”. Kemudian masuk data C yg lebih kecil ukurannya, maka menjadi X”XCCBBBB”. Data B kemudian dihapus dan blok menjadi “XXCCXXXX”.

Ketika kemudian tertulis data D dengan ukuran yg besar, maka blok mulai mengisi seumpama ini “DDCCDDDD”. Tampak bila blok D terpisah-pisah. Nah, kiprah dari fragmentasi yaitu membereskan blok-blok tersebut dengan tujuan agar penampilan HDD menjadi lebih kencang.

SSD tidak melakukan pekerjaan dengan cara demikian. Karena itu, fragmentasi tak dikehendaki di saat menggunakan SSD. Malah penggunaan fragmentasi dengan banyak sekali aplikasi (seperti Defrag, Ultradegrag, dsb) malah menciptakan penampilan SSD menurun, bahkan rusak.

5. Usia Pakai

SSD INFO Asus ZenBook S UX391UA

Usi HDD berlaku dari cara perawatannya. Artinya, bila HDD mengalami kerusakan seumpama bad sector, maka HDD tersebut telah akan rusak dan perlu digantikan. Jika tak mengalami kerusakan, HDD mempunyai usia pakai yang panjang.

Berbeda dengan SSD. SSD mempunyai batas usia yg dijumlah menurut satuan Terabytes Written (TBW). Dalam bahasa yg lebih sederhana, TBW yaitu hitungan untuk setiap kali menulis ulang data di SSD.

Tiap penulisan ulang tersebut, maka SSD mulai mengalami penurunan kesanggupan dan akan rusak bila meraih batas TBW. Karena itu, usia SSD kebanyakan hanya berkisar 5 tahunan atau bisa tergantung tergantung kapasitas penyimpanan.

6. Harga

HDD SSD

* sumber: commons.wikimedia.org

SSD mempunyai harga yg lebih mahal per -GB-nya bila dibandingkan HDD. Semisal, harga 1TB HDD berada di kisaran Rp700 ribuan. Dengan kapasitas yang sama, merupakan 1TB, SSD dipersiapkan dengan harga 2x lipatnya, tergantung jenis SSD yang dipilih. Karena itu, SSD mempunyai harga lebih mahal bila menjumlah kapasitasnya.

Itulah klarifikasi ihwal perbedaan SSD dan HDD. Semoga postingan ini menolong, utamanya untuk Anda yg masih resah bagi memutuskan apakah ingin memakai SSD atau HDD.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *